Mengenang 2 Tahun Wafatnya Habib Hasan bin Jafar Assegaf: Menghidupkan Kembali Semangat Dakwah Sang Guru

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

​Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW, keluarga, serta para sahabatnya yang mulia.

​Saudaraku, jemaah, dan para pemirsa yang dicintai Allah, tidak terasa waktu terus bergulir. Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu yang sangat agung, bulan yang penuh kemuliaan: Bulan Suci Ramadan.

​Kegembiraan Menyambut Tamu Agung

​Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Siapa yang gembira dengan datangnya bulan Ramadan, maka Allah haramkan jasadnya dari api neraka."

​Pertanyaannya, apakah hati kita sudah merasa senang? Apakah kita sudah bersiap menyambutnya dengan jiwa yang bersih? Duduknya kita di sini, selain untuk menyambut Ramadan, juga untuk mengenang sosok guru kita tercinta, Al-Habib Hasan bin Jafar Assegaf (Pimpinan Majelis Nurul Mustofa). Sudah dua tahun beliau meninggalkan kita tepat di bulan Ramadan, namun ajaran dan semangat dakwahnya harus tetap hidup di hati kita semua.

​Pesan Habib Hasan: Agar Doa Kita 'Qobul'

​Banyak yang bertanya kepada Alfaqir, "Habib, bagaimana supaya doa kita didengar dan dikabulkan oleh Allah?"

​Beliau, Al-Habib Hasan, selalu mengajarkan bahwa kunci utamanya adalah Kelembutan Hati. Menjelang Ramadan, kita harus melunakkan hati melalui doa dan zikir. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 186: "Jika hamba-Ku bertanya tentang Aku, katakanlah Aku ini dekat. Aku kabulkan doa mereka yang memohon."

​Berikut adalah nasihat yang selalu beliau sampaikan agar doa kita maqbul:

​Miliki Keyakinan Penuh: Saat meminta kepada Allah, jangan ragu. Harus yakin seyakit-yakinnya bahwa Allah Maha Mendengar.

​Merasa Fakir di Hadapan Allah: Sebagaimana kata Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, doa kita adalah bukti bahwa kita ini fakir (butuh) dan hanya Allah yang Ghani (Maha Kaya). Angkatlah tanganmu dengan penuh rasa butuh.

​Jangan Jauh dari Baginda Nabi SAW: Inilah rahasia terbesarnya. Jika ingin doamu menembus langit, basahilah lisanmu dengan Selawat. Jangan biarkan lisan ini kering.

​Jagalah Lisan, Jagalah Hati

​Saudaraku, Alfaqir berpesan, gunakanlah lisan yang Allah berikan ini untuk hal-hal yang baik. Hindari ghibah, hindari mencaci orang lain, dan jangan sampai lisan ini digunakan untuk menghina para ulama.

​Mari kita jadikan momentum Haul ke-2 Habib Hasan ini dan datangnya Ramadan sebagai titik balik. Mari kita penuhi majelis-majelis taklim, kita hidupkan malam-malam kita dengan Al-Qur'an dan selawat. InsyaAllah, dengan keberkahan selawat, Allah akan jaga diri kita, keluarga kita, serta negara kita tercinta, Republik Indonesia.

​"Ya Habibana ya Hasan, ya Imam ahli zaman..."

​Semoga kita semua dipanjangkan umurnya dalam keadaan sehat walafiat untuk beribadah di bulan Ramadan nanti. Amin Ya Rabbal Alamin.

​Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Posting Komentar

0 Komentar